Qudwah

Charlie Hebdo
Peristiwa sebegini bukan pertama kali dalam sejarah umat manusia, it is a recursive event way back since the past Prophets before Rasulullah saw lagi. Cumanya bagaimana kita secara peribadi mahu menangani isu ini?
Kita mengaku muslim,
Tapi kita abaikan sebahagian besar dalam agama,
Kita mengaku muslim,
Tapi kita tidak mencerminkan nilai diri seorang muslim seperti yang Allah kehendaki,
Kita mengaku muslim,
Tapi ketinggalan dalam banyak aspek kehidupan,
Kita mengaku muslim,
Tapi kita terpecah-pecah atas alasan yang nipis,
Kita mengaku muslim,
Tapi....pada IC saja.
Allahu alMusta'an. Banyak sangat kawans yang kita perlu usahakan dalam urusan agama ini baik dari sudut tarbiah diri, kefahaman dalam beragama juga sahsiah muamalah kita sesama makhluk. Moga-moga kita tidak jadi persis radikal "Muslim" yang hanya tahu melenting bila menerima sesuatu keburukan. Terjumpa satu analogi amatur di twitter tempoh hari yang terkait.
"When non-muslims insult Islam, we kill them.."
"When non-muslims insult the Prophets saw, we kill them.."
"When muslim neglecting the order of Allah and the Messenger saw, we said it's ok he/ she can repent have mercy on them.."
"Is that what Islam teaches us?.."
Iya kita harus dan perlu marah bila ada yang menghina Agama dan Rasul saw, tapi kita kena betul-betul marahkan diri sendiri andai kita tidak berusaha faham Islam dan hidup dengan intipati kehidupan Rasul saw. I always have this in mind,
"Kalau mereka tahu mereka tidak buat macam itu..."
Well at least that teach me to remain calm and try to looks from different perspectives.
Alas the pictures shared is from my twitter. It's not the first time dealing with such people, atheist pernah, bapuk pernah even muslim yang tersimpang dari akidah pun pernah. Alhamdulillah pengalaman hidup Allah izinkan dapat belajar tengok cara mereka lihat agama dan punca-puncanya. Secara asasnya pasak pemahaman Islam mereka tidak kukuh, And my answers to them is still the same, Allahu ta'ala a'lam banyak sangat yang kita kena belajar dan cuba fahamkan dalam agama ini just stay humble and learn belajar dari asas balik pun tidak mengapa. Saya pun masih terkapai nak faham agama sendiri, jom la slow-slow belajar.
Kefahaman dalam agama bukan semata-mata dapat quote hadis atau ayat Quran, bukan juga untuk orang labelkan kita ustaz/ ustazah tapi dengannya kita jadi manusia yang lebih baik luar dalam.
Allahu ta'ala a'alam.
-Baru-baru ini bila tengok senarai nama orang yang dikendaki SKMM atas alasan penyebaran berita palsu banjir tercari-cari juga nama AhChong atau Mutusami tapi tiada. Tapi kita ada alHujurat ayah ke-6 sebagai panduan...
By the way that brother Jawidi in the twit is a good man, he's an humanitarian activist. He asked me regarding the Quran, why Allah swt didn't do this or that. And I just shared the assent from Ustaz Nouman Ali Khan's (with my own perumpamaan) that i understand tika belajar mukadimah Quran with him last year. If you find khilaf from my answer feel free to tegur, I'm still learning though.
p/s: Not sorry for the long post heh, have taqwa kawans. Tahniah buat kawans yang dah kahwin maaf ada yang aku tak mampu hadir walimahnya dan juniors too, mabruk buat yang dah habis degree moga Allah permudahkan urusan kalian dalam fasa hidup yang baru try to find your own strength and purpose in life insyaAllah you will be more focus. Make dua' for me too, nak kahwin juga sebenarnya, sister mana sister? heh.. Gurau saja ( ~ U__U)~. But seriously if I can ask for a dua' I prefer a dua' for Allah to show me the best path for me to live, kinda having a hard time istikharah dan istisharah with that.
2015, moga kita makin matang deh


Comments